Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

PARTISIPASI

"Partisipasi" (Salim A Fillah) IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.  Mungkin kau adalah peserta atau juga bahkan adalah pengisi, ataupun sekedar orang yang pernah melihat dan menemui fenomena seperti ini, di zaman ini: “… Ketika beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqoh (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Alloh atas hidayah yang Alloh berikan sehingga kami memeluk Islam.” Maka Rosululloh bertanya, “Demi Alloh, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?”  Mereka menjawab, “Demi Alloh, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Alloh membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim, dari Mu’awiyah) Di tempat inilah disambung keteladanan sejarah  Di forum seperti yang dicontohkan para sahabat,...

Antara USHUL VS FURU'

FANATISME DAN TOLERANSI Ust. DR. Amir faishol Fath, MA. 1. Kapan kita harus fanatik dan kapan harus toleran? Inilah pertanyaan yg selalu muncul dan menuntut jawaban segera. 2. Salah menjawab akan salah bersikap. Dan tidak mustahil akan menyebabkan perpecahan. 3. Agar tidak terjebak dalam perpecahan para ulama telah meletakkan kerangka berpikir yg sangat cerdas dalam memahami setiap persoalan keagaamaan. 5. Kerangka berpikir ini diringkas dalam dua istilah penting yaitu ushul dan furu'. (Usul artinya pokok tidak boleh ada perbedaan pendapat di dalamnya dan furu' adalah cabang, yg di dalamnya ada kemungkinan berbeda pendapat). 6. Siapapun yg melihat persoalan keagamaan dengan kerangka ini ia tidak akan berpecah belah. Sebaliknya orang yang tidak ikut kerangka ini, akan mudah menyerang orang lain dan boleh jadi menyebabkan perpecahan. 7. Dari pemahaman terhadap dua kerangka berpikir ini akan terjawab pertanyaan kapan kita fanatik dan kapan kita toleran. Bahwa dalam u...

HAMRO'UL ASAD

Pelajaran Dari Hamra’ul Asad Banyak orang yang tahu tentang kisah Uhud. Tentang kekalahan yang dialami oleh kaum muslimin di bukit itu. Tentang darah yang mengalir dari pelipis Nabi dan remuknya geraham beliau. Ya. Tentang pasukan yang tidak taat dengan arahan komandan mereka di medan perang. Dan tentang sahabat-sahabat mulia yang berguguran menjadi syuhada, diimami oleh paman Nabi tercinta, Hamzah bin Abdul Muththalib. Lanjutan kisah Uhud yang legendaris itu. Satu babak baru dari kehidupan heroik sang Nabi beserta para sahabatnya yang mulia. Hari yang disebut oleh Allah SWT di dalam al-Qur’an dengan kisah orang-orang yang tiada peduli dengan perih luka mereka saat panggilan Allah dan RasulNya datang (3:172). Itulah perang Hamra’ul Asad. Episode baru, sehari setelah kekalahan uhud yang banyak orang tidak tahu. Setelah hari Uhud berlalu, dengan segala kepiluan dan luka, di mana di medan itu terbunuh tujuh puluh sahabat Nabi yang mulia. Kaum Musyrikin merasa mereka telah meluluhlan...

GANTI YANG LEBIH BAIK

Ganti Yg Lebih baik....😊😊😊 Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan dalam Kitabnya, Dzailuth Thabaqaat, tentang kisah al-Qadhi Abu Bakar al-Anshary al-Bazzaz yang berkata; “Saya tinggal di Mekah yang dijaga oleh Allah. Suatu hari aku merasakan lapar. Aku pun keluar untuk mencari rejeki yang bisa aku makan, namun tidak juga mendapatkannya. Tatkala aku sedang berjalan, tiba-tiba aku menemukan bungkusan sutera yang diikat dengan pita dari sutera yang mahal. Aku membawanya pulang, dan kucoba membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat kalung yang terbuat dari mutiara, belum pernah aku melihat kalung sebagus itu. Aku segera membungkusnya kembali dan mengikatnya seperti sedia kala. Aku kembali keluar, tiba-tiba aku mendengar orang tua yang sedang berhaji berseru, ”Barangsiapa yang menemukan sebuah bungkusan yang ciri-cirinya begini dan begini, maka akan aku beri hadiah 500 dinar emas.” Aku berkata dalam hati, ”Saya sedang terdesak kebutuhan, apakah sebaiknya aku mengambil dinar itu, dan me...

Tentang REJEKI

Aku melihat hidup orang lain  begitu nikmat, Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.. Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan, Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.. Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya.. Aku melihat hidup sahabatku  begitu sempurna, Ternyata ia hanya berbahagia  menjadi apa adanya.. Aku melihat hidup tetanggaku  beruntung, Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.. Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui.. Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu.. Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini.... Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya. Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi... Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lai...

TANDA TANDA KIAMAT

Kemunculan Al Mahdi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat islam. Nabi SAW dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat islam akan dibagi menjadi 5 periode: 1. Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW 2. Periode Kekhalifahan dimana umat islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib 3. Periode kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tgl 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk. 4. Periode pemimpin yg diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat islam mengalami masa masa yg paling gelap dalam sejarah karena tdk punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh ...

KETIKA MAS GAGAH PERGI kmgp

KETIKA MAS GAGAH PERGI (Helvy Tiana Rossa). Mas Gagah berubah! Ya, sudah beberapa bulan belakangan ini Masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah ! Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Teknik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja… ganteng! Mas Gagah juga sudah mampu membiayai kuliahnnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA. Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku kemana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak untukku.Saat memasuki usia dewasa kami jadi makin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercand...

Ketika Mas Gagah Pergi dimata Salim A Fillah

Suatu hari di tahun 1999, saya membaca novelet Ketika Mas Gagah Pergi di perpustakaan Rohis Al Uswah, SMA Negeri 1 Yogyakarta. Saya akan kesulitan menjawab jika ditanya kesan atas kisah apik ini. Mungkin tak sedahsyat rekan-rekan pembaca lain yang berubah hidupnya, tapi ada hutang tak terbayar yang harus saya akui. Ketika Mas Gagah Pergi membantu saya mengerti bahwa Allah memberi hidayah bagi siapapun yang dikehendakiNya dengan jalan yang sering di luar rencana para da'i. Ia menunjukkan dengan jernih betapa Allah menghargai setiap langkah kecil yang diayun menujuNya; yang bagi satu dan lain orang bisa berbeda kerumitannya. Memahami dan menghargai proses hijrah seperti terkisah tentang Gagah, Gita, ataupun Nadia, telah membantu saya untuk merumuskan bahasa dakwah dalam tulisan dan penyampaian saya selama ini. Pemahaman seperti itu yang membuat tajuk buku saya selama ini disusuni kata semacam "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" dan bukan "Hukum Pacaran dalam I...

Singkatan GAUL tapi PRON

👈Waspada buat yang punya anak ABG: 🙇 💢 Berikut 28 singkatan di internet /smart phone yang sebaiknya diketahui orangtua: 1. IWSN - I want sex now 2. GNOC - Get naked on camera 3. NIFOC - Naked in front of computer 4. PIR - Parent in room 5 CU46 - See you for sex 6. 53X - Sex 7. 9 - Parent watching 8. 99 - Parent gone 9. 1174' - Party meeting place 10. THOT - That hoe over there Kode untuk Narkoba 11. CID - Acid (the drug) 12. Broken - Hungover from alcohol 13. 420 - Marijuana 14. POS - Parent over shoulder 15. SUGARPIC - Suggestive or erotic photo 16. KOTL - Kiss on the lips 17. (L)MIRL - Let's meet in real life 18. PRON - Porn 19. TDTM - Talk dirty to me 20. 8 - Oral sex 21. CD9 - Parents around/Code 9 22. IPN - I'm posting naked 23. LH6 - Let's have sex 24. WTTP - Want to trade pictures? 25. DOC - Drug of choice 26. TWD - Texting while driving 27. GYPO - Get your pants off 28. KPC- Keeping parents clueless.. Semoga anak2 kita terlind...

Keluarga yang utama

Siapa yang menolongmu ke surga? Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam. Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik, hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk. Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika...

Propaganda LIBERAL

Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawabannya. 1. PROPAGANDA SHALAT : "Buat apa SHALAT kalau Riya' tidak Ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah SWT. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah Ikhlas tidak Riya', maka baru Shalat agar diterima oleh Allah SWT." TARGET : Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan Shalat dengan "dalih" pembersihan hati dulu. JAWAB : Wajib Shalat walau masih Riya' belum Ikhlas, karena Shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas atau pun riya', rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat. Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk Riya', sebagaimana firman Allah Swt dalam QS.29.Al-'Ankabuut ayat 45 : "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih b...

Gula pasir apa gula merah??

Perbedaan Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah. Gula adalah pemanis makanan yang banyak disukai orang. Penggunaan Gula biasanya dengan cara menambahkan pada makanan dan minuman, jarang sekali orang yang mengkonsumsi gula secara langsung. Di masyarakat ada 3 jenis gula yang dikenalyaitu Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah. Namun meskipun sama-sama manis rasanya, ternyata antara Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah mempunyai DAMPAK yang BERBEDA bagi TUBUH KHUSUS-nya bagi PANKREAS. DAMPAK PENGGUNAAN Gula-Gula TERHADAP PANKREAS... ✔ GULA PASIR. Untuk MENGUBAH Gula Pasir MENJADI GULA DARAH. Tubuh HANYA Memerlukan Waktu 3 Menit. Tetapi Untuk MENGUBAH GULA DARAH Menjadi ENERGI yang DAPAT DISIMPAN Dalam OTOT, PANKREAS MEMERLUKAN Waktu kira-kira 140 Menit. Mengapa...? karena Proses Pembuatan Gula Pasir yang di-Panaskan sampai dengan 400 Derajat Celcius... Semakin Tinggi Proses Pemanasan Makanan, makanan akan Semakin Sulit Dicerna. Dalam Satu Hari, PANKREAS yang NORMA...

Teroris mengatasnamakan islam

SYEIKH Dr. Muhammad Hasan, semoga Allah menjaganya, berkata: Aku berdiskusi dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam): Maka aku bertanya, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal atau haram?” Dan dia menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan.” Aku bertanya lagi, “Kalau kamu membunuh mereka yang bermaksiat ke mana mereka akan kembali?” Dia menjawab, “Sudah pasti ke neraka.” Lalu aku bertanya lagi, “Sedangkan ke mana tujuan syetan menggoda manusia?” Dia menjawab, “Pasti ke neraka juga.” Maka aku berkata padanya, “Berarti kalian bersekutu dengan syetan dalam satu tujuan yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka!” Dan aku berikan dia satu hadits Rasulullah SAW ketika ada jenazah orang Yahudi yang lewat di hadapannya kemudian Beliau menangis, maka para sahabat bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ya Rasulallah?” Beliau menjawab: “Aku telah membiarkan satu orang masuk neraka…” Maka aku berkata lagi pada pemuda itu, ...

Berbakti pada orang tua

Cara Berbakti pada Orang Tua Setelah Mereka Tiada Muhammad Abduh Tuasikal, MSc / Aug 31, 2015 Bagaimana cara berbakti pada orang tua ketika mereka telah meninggal dunia atau tiada? Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata, بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ». “Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.)...

Khotbah Jumat PSO Riswah

Alhamdulillahil kariimi rohman, kholaqol insaan, 'allamahul bayaan Wa asyhadu anlaa ilaha illallohu wahdahu laa syarikalahu, Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuuluhu da'aa ila thooatillah wa hadzdzaro minal ishyaan Allohumma sholli wa sallim 'alaihi wa 'ala aalihi wa ashhaabihi awalil najaabah, wal hudaa, wal iimaan Tsumma amma ba'du ayyuhal mu'minuun, 'ibaadalloh Ittaqulloha ta'ala, fa inna manitaqolloha wa qoohu Wa Ar-syadahu ilaa khoirin diinihi wa dunyah Ibadalloh, ijinkan khotib pada kesempatan ini menyampaikan tema tentang riswah dalam kaitannya dengan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam UU tersebut dijelaskan tentang riswah, intinya tentang pengertian korupsi yang lebih luas. Yang paling halus dari tindak pidana korupsi adalah gratifikasi atau pemberian hadiah. Ternyata gratifikasi telah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan di Indonesia masih berjaya. I-tsing, seorang yang pernah hidup di zama...