Langsung ke konten utama

Postingan

keranjingan GAME ONLINE

Asmk punten mas mhn dikasih wejangan mengatasi anak keranjingan game online, jzklh sblmnya. Anak laki ya Mas ? Umur brp ? Ya laki 14 th klas 2 smp Singkat aja sperti yg sy ketahui mendidik anak itu ada 3 fase : fase 1 antara 0 sd 7 tahun anak dperlakukan sperti raja,  fase ke2, 7 sd 14 thn disebut fase prajurit fase pembentukan nilai2 difase inilah aturan2 baik dan nilai2 sdh ditanamkan, kita harus sdh tegas beri reward and punishment disini, pase 3 14 sd 21 thn fase partnership difase inilah kita hrs sgt intim dgn anak, tolak ukur keberhasilan pada fase ini jk rahasia pribadi anak misal ia mimpi basah atau ada rasa dgn lawan jenis mau ia sampaikan ke kita brrti kita sdh berhasil melalui fase ini jk tdk dia akan cerita ke org lain.  Nah saat anak ketagihan main games sbenarnya ada yg kurang saat fase ke 2, pd fase k 2 kita harusnya minta komitmen anak utk bermain dan kpn tdk bermain, slhkan main games mungkin 1 jam dlm 1 minggu atau kl anak sy 2 jam dlm 1 minggu yai...

PELAYANAN = PENGHASILAN

"PELAYANAN = PENGHASILAN" Suatu ketika, Harvey Mackay sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya. Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang. Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata, "Nama saya Wally.  Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya.  Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.” Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih. Di belakang kemudi, Wally berkata:  “Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.” Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.”  dan ternyata, Wally menjawab,  “Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet...

Nasehat Bisnis

Berikut adalah nasehat dari seorang ulama, DR. Salim Segaf Al-Jufri untuk para pelaku bisnis, khususnya aktifis muslim.. Ini nasehatnya: 1. pelajari bisnis Khodijah, bisnis Abdurrahman bin Auf 2. ketika Abdurrahman bin Auf hijrah maka ia cari pasar 3. bekal pertama adalah TRUST (kepercayaan) 4. Keuntungan kecil tapi transaksi/omzet yg cepat, itu yg dilakukan Abdurrahman Bin Auf di pasar Medinah 5. 9/10 rezeki ada pada bisnis, lainnya 1/10 6. Pengusaha jujur tempatnya di surga 7. Upayakan interaksi bisnis dg pelaku yg sdh berpengalaman 8. ada clip yg jatuh, pengusaha kawakan berkata, kalau anda tdk bisa jaga agar clip ini tdk jatuh maka bisnis akan gagal 9. kalau bisnis harus teliti hitung2annya, itu bagus, bedakan bisnis dg sosial 10. peluang bisnis banyak sekali, berinteraksilah dg pebisnis kawakan 11. berbisnislah bersama-sama, ini adalah kekuatan tim, tdk semuanya mesti dikerjakan sendiri 12. ikutilah bisnis sesuai bakat, yg hati kita cenderung utk itu 13...

SERAT JOYOBOYO

SERAT JOYOBOYO mBesuk yen wis ono kreto tanpa jaran (mobil), Tanah Jawa kalungan wesi (rel kereta api), Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang (pesawat), Kali ilang kedhunge, Pasar ilang kumandhang'e, Iku tondho yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak. Bumi soyo suwe soyo mengkeret, Sekilan bumi dipajeki, Jaran doyan mangan sambel, Wong wadon nganggo pakeyan lanang Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman. Akeh janji ora ditetepi, Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe, Menungso podho seneng nyalah, Ora ngendahake hukum Alloh , Barang jahat diangkat-angkat, Barang suci dibenci, Akeh menungso mung ngutamakke dhuwit, Lali kamanungsan, Lali kabecikan, Lali sanak lali kadang. Akeh bopo lali anak, Akeh anak wani nglawan ibu, Nantang bopo, Sedulur podho cidro, Kulawargo podho curigo. Konco dadi mungsuh. Akeh menungso lali asale, Ukuman Ratu ora adil. Akeh wong pangkat sing jahat, Akeh kelakuan sing ganjil, Wong apik-apik podho kapencil, Akeh ...

BAGASI PESAWAT

Rully Kustandar at Garuda Executive Lounge Soekarno-Hatta International Airport : Tadi saat saya check-in, tiba2 seorang bapak menghampiri, beliau memperkenalkan diri lalu menunjukan id card bahwa dia adalah ajudan atau protokoler seorang anggota DPR. Dia bermaksud menitipkan sebuah bingkisan punya boss nya yg menurut dia isinya sebuah sarung dan hendak menitipkannya ke bagasi saya. Dengan halus sy menolak, tapi dia maksa, dan sekali lagi secara tegas saya menolaknya, walaupun dia mulai menunjukan arogansinya sebagai seorang ajudan pejabat, saya tidak peduli. Sampai ahirnya sy minta bantuan petugas, saking keselnya... Ini bukan kejadian pertama, pernah waktu mau ke Qatar seorang ibu mau nitip bagasi karena dia kelebihan bagasi, sampe memelas-melas mau nitip, saya tidak mau dan tidak akan pernah mau. Urusan seperti ini musti super tega, demi keselamatan diri. Kalau dalam perjalanan, apalagi naik pesawat dan keluar negeri, waspadai hal seperti ini, bukan soal tega atau tidak tega, ...

USIA 40

Bila Usia Telah Sampai 40 tahun  Allah Ta'ala berfirman : حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim" (QS. Al-Ahqaf : 15). Bila usia 40 tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke ma...

Penjaja Koran

" Si Penjaja Koran " Pagi itu seorang penjaja koran sedang berteduh di sebuah emperan toko. Sejak Subuh hujan yang turun cukup deras, membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku, tidak ada satu sen pun  uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajahnya. Hujan masih terus saja turun. Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata ada sebuah al-Quran di tangannya.  “Assalamu’alaikum” “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” “Bagaimana jualan korannya, Mas.” “Alhamdulillah, sudah selembar yang terjual.” “Wah susah juga ya jualannya kalau hujan begini.” “Insya Allah ada rizkinya.” “Terus, kalau hujannya sampai sore?” “Itu artinya rizki saya bukan jualan koran, tapi ...